Apa yang kau inginkan?

Apa yang kau inginkan? Yang kau anggap kebebasan, ternyata berakhir jadi kekacauan. Yang kau sangka keteraturan, ternyata berakhir jadi penjara pikiran. Semua rencana yang kau sketsa ribuan hari yang lalu kini sudah mulai berwujud nyata, namun ternyata berpindah tak semudah yang kau kira. Setiap malamnya kau membuka lagi semua arsip-arsip memori berdebu. Kau pandangi lagi masa lalu, berharap rasa bahagia itu hinggap barang sedetik saja. Setiap kali lagu-lagu masa muda tak sengaja terpasang, kau menarik nafas panjang dan mengundang kenangan lama menjadi raja sesaat. Hanya sesaat.

Apa yang kau inginkan? Kau muak akan repetisi dan hal-hal sederhana, lalu membungkam dunia dengan gagasan-gagasan sebesar Jupiter dan Andromeda. Setengah detik kemudian kau mengeluh akan hidup yang semakin berpeluh. Akan cinta yang makin rumit dan membuatmu tak bisa berkelit. Akan arti kata dewasa yang semakin nyata, dan penat dunia yang meracun raga. Kamu angkuh dan disaat yang sama rapuh. Kamu haus, dan disaat yang sama kamu bosan hingga mau mampus.

Apa yang kau inginkan? Masih belum bisa lepas dari kenangan masa jaya. Sorak-sorainya membuatmu terlena. Kekeluargaan yang kentara, sebelum semuanya tersandung ke dalam belantara nirmakna. Terlalu banyak langkah yang harus diayun namun kau masih saja melamun. Kau ukir cerita-cerita hebat, lalu menjadi teradiksi karenanya. Kau masih saja takut akan apa yang akan datang, lalu berlari ke masa lalu seperti anak kecil cengeng.

Jakarta, Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s