Category: Uncategorized

Sepertinya Cukup

Cerita tentang hidup dari rumah peristirahatan manula di tepi pantai yang teduh. Astari benci frasa “rumah jompo”. Ia tidak mau dijebak oleh kata-kata itu. Kursi kedua dari pojok kiri di balkon utama, pukul 17.25 sore saat matahari perlahan undur diri. Di situ, Astari rutin mendaratkan diri barang sejenak untuk melihat jauh ke arah lautan. Debur […]

Sembuh

Udara Desember bergulir, hari-hari penutup tahun tidak akan pernah sama. Kita semua berharap dalam cemas – waktu bergegas datang memulihkan. Kadang ia datang mengendap dan menyergap, kadang terlalu lantang dan menantang. Aku rapalkan doa, perihmu menyublim hingga sembuh dan kamu berhenti mengaduh. Aku tak pernah punya hak untuk membanjirimu dengan kata-kata semerbak, karena aku jugalah […]

Cukupkan dirimu sendiri, Magdalena.

00.52. Magdalena mengernyitkan dahi, sambil menenggak sisipan terakhir Gin & Tonic di tangan kirinya. Seraya matanya kehilangan sekian persen daya pandang, dia melihat ke kiri kanan pojok ruangan, beberapa jiwa asyik berdansa. Magdalena berteriak di dalam kepala, mengutuk diri sendiri dan meeting pagi nanti yang harus dia hadiri. Magdalena membayar kesepiannya dengan dentuman musik keras […]

Tentang Archipelago Festival

Some things are just meant to be. We were in the middle of our South East Asian trip Sep 2016 when I repeatedly expressed my anxiety about this thing I had in my mind to Madrim. I remember we were at Luang Prabang making a trip to an elephant village when I mentioned about creating […]

I turn 30 this week

Despite my nature to observe human behavior, for the past 3 years I’ve been staying away for being emotionally blunt and honest in my writings. I guess I do that to protect myself. But I turn 30 this week, and I think I deserve to write something that is solely written from my chamber of […]

Places (7)

London – Liverpool – Brighton – Jakarta – Manado – Bandung – Yogyakarta – Makassar – Pekanbaru  (April – May 2017)

Bekerja, (haruskah?) Pakai Hati

Di sepanjang hidup, menulis pernah jadi tulang punggung edukasi, cara mencari nafkah dan cermin untuk berkaca. Setelah melaju terlalu cepat tanpa sempat melihat ke belakang, kini Ia saya jadikan sarana berbenah diri. Pernah dibuat patah hati oleh profesi? Jurnalistik dan doktrinnya bekerja ampuh di dalam diri saya karena satu hal: Ia memanjakan ego saya. Ego […]